Dosen Ber NIDK di Universitas Hang Tuah

Dosen ber NIDK sesuai peraturan dari Ristekdikti adalah kelompok dosen profesional dengan perjanjian kerja yang dapat digunakan di Perguruan Tinggi untuk melaksanakan tridarma PT.  Proses perkuliahan, pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat dilakukan oleh dosen profesi ber NIDK dapat menambah kekuatan PT.  Dosen ber NIDK  dapat diperhitungkan dalam nisbah dosen dan mahasiswa, mengajukan jabatan fungsional akademik dan mengikuti program hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Ristekdikti.

Dosen profesi yang ber NIDK di UHT berjumlah 17 orang dari Fakultas Kedokteran yang terdiri dari 14 orang dari Prodi Profesi Dokter dan 3 orang dari Prodi Farmasi.

 

PELATIHAN APPLIED APPROACH ANGKATAN 13 TAHUN 2017 BAGI DOSEN UNIVERSITAS HANG TUAH

Pelatihan Applied Approach angkatan ke 13 yang dilaksanakan di Universitas Hang Tuah bekerjasama dengan Kopertis Wilayah VII, diikuti oleh 42 orang dosen pada tanggal 11-15 September 2017 adalah salah satu kegiatan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam proses perkuliahan.  Acara dibuka oleh Rektor, dengan harapan dosen-dosen di lingkungan Universitas Hang Tuah mampu merencanakan, mengelola dan berinovasi dalam hal proses belajar mengajar.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah :  Prof.Dr. Agustinus Ngadiman, M.Pd ; Dr. Luciana Spica Almilia, SE, M.Si  dan  Prof. Dr. Tatik Suryani, Psi, MM.  Materi yang disampaikan dalam kegiatan antara lain mengenai pembinaan profesi dosen, etika moral dan pembelajaran, konsep dasar pengembangan kurikulum, rekonstruksi rencana pembelajaran (silabus dan RPS) dan praktek mengajar (mikro teaching).

 

Persyaratan BUDI-DN

1. Dosen pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun swasta di lingkungan Kemristekdikti yang telah mempunyai NIDN atau NIDK;
2. Memenuhi persyaratan Tugas Belajar yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009;
3. Pelamar BUDI-Dalam Negeri harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi asal, dan diajukan kepada Direktur Program/DekanSekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi dosen yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/ijin dari Kopertis Wilayahnya
4. Pelamar BUDI-Dalam Negeri hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara BUDI-Dalam Negeri;
5. BUDI-Dalam Negeri tidak diberikan kepada pelamar untuk mendapatkan gelar kedua pada strata yang sama;
6. Pembiayaan tidak dapat digabung dengan beasiswa dari sumber lain (double funding);
7. BUDI-Dalam Negeri diberikan kepada mahasiswa yang memulai perkuliahan pada  semester gasal (perkuliahan dimulai pada bulan September);
8. Batas usia penerima BUDI-Dalam Negeri adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 terhitung per Desember tahun berjalan;
9. Persyaratan IPK tidak diberlakukan untuk BUDI-Dalam Negeri. Meskipun demikian PPs Penyelenggara pada umumnya memiliki persyaratan IPK pada saat proses penerimaan mahasiswa baru;
10. Jangka waktu studi yang dibiayai untuk menempuh program pendidikan S3 adalah maksimum 48 bulan yang dipecah menjadi dua bagian,yaitu 36 bulan dibiayai langsung, dan dapat diperpanjang dua kali 6 (enam) bulan bagi yang memenuhi semua persyaratan, sedangkan untuk program pendidikan S2 maksimum 24 bulan;.
11. Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
12. Apabila terdapat pemalsuan data atau dokumen, maka pendaftar dinyatakan gugur dan tidak berhak mendaftar lagi;
13. Penerima BUDI-Dalam Negeri diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik  yang berlaku di PPs Penyelenggara BUDI-Dalam Negeri dan/atau Peraturan Menteri  Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar;
14. Penerima BUDI-Dalam Negeri berkewajiban memutakhirkan perkembangan studinya secara periodik ke laman http://studi.dikti.go.id;
15. Setelah menyelesaikan studi, penerima BUDI-Dalam Negeri diwajibkan untuk kembali  mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerjaselama 1n+1 tahun (n adalah lama masa  menerima BUDI-Dalam Negeri dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48  Tahun 2009.

REKRUITMEN DOSEN

  1.  Mejadi Dosen pada Program Studi :
  • D-3 Nautika (S2 Hukum Laut, S2 Transportasi)
  • D-3 Teknika (S2 Teknik Elektro, S2 Teknik Sistem Perkapalan/Teknik Perkapalan)
  • S-1 Teknik Sistem Perkapalan (S2 Teknik Sistem Perkapalan/Teknik Perkapalan)
  • S-1 Teknik Perkapalan (S2 Teknik Perkapalan)
  • S-2 Magister Administrasi Publik (syarat : memiliki gelar Doktor)
    2.  Persyaratan umum :
  • Usia paling tinggi 48 tahun
  • Bertaqwa kepada Tuhan YME
  • Setia pada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
  • Sehat jasmani, rohani dan dapat menjalankan tugas sebagai dosen
  • Tidak terikat sebagai dosen PNS/dosen tetap non PNS pada perguruan tinggi lain dan/atau sebagai pegawai tetap pada lembaga lain
    3.   Persyaratan khusus
  • Memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister dan setara dalam bidang ilmu dan teknologi yang sesuai dengan bidang penugasannya
  • IPK minimal 3,00
  • Lulus seleksi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi dan/atau badan penyelenggara PTS, meliputi 5 (lima) tahap yaitu :
    • Seleksi administrasi
    • Seleksi psikologi
    • Seleksi kemampuan bahasa
    • Tes kelayakan menjadi dosen (kompetensi)

4. .Lamaran dikirim ke : Universitas Hang Tuah, Jl. Arif Rahman Hakim 150 Surabaya

                                                                                                    Surabaya, 17 Juli 2017
                                                                                                 Ka. Biro Kepegawaian UHT

Workshop Penghitungan Angka Kredit Dosen UHT

Pelaksanaan workshop penghitungan angka kredit dosen di Universitas Hang Tuah selain bertujuan untuk meningkatkan mutu sdm juga untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam memahami bagaimana cara menghitung kum dosen sesuai dengan jabatan akademik yang akan diusulkan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 12 dan 13 Juni 2017, diikuti oleh 21 orang dosen dan tenaga kependidikan dengan nara sumber Wakil Rektor bidang akademik, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Kepala Biro Kepegawaian.  Pada kegiatan ini  dilibatkan juga tenaga kependidikan sebagai tenaga yang dapat membantu dalam teknis penghitungannya secara administrasi.

Dies Natalis ke 30 Universitas Hang Tuah

Universitas Hang Tuah Surabaya sebagai salah satu universitas besar di Jawa Timur, dengan visi misi Pengembangan sumberdaya dibidang IPTEK Kelautan telah berkiprah selama 30 tahun dalam dunia pendidikan tinggi.

Dengan cita-cita mulia, pada dies natalis ke 30 ini, ikut membangun sumberdaya generasi muda Indonesia  yang berkualitas dan berguna bagi nusa dan bangsa, berkomitmen penuh untuk terus berkomitmen dan berinovasi dalam bidang kelautan dan kemaritiman.

Pengelolaan yang baik dan secara terus menerus dikembangkan dalam bidang sistem pembelajaran, penelitan dan pengabdian masyarakat,  tata pamong, SDM tenaga dosen dan tenaga kependidikan,  kerjasama dengan pihak lain.

 

Bentuk Pengembangan Bahan Pengajaran

Salah satu unsur pendidikan yang dinilai dalam pengusulan jabatan akademik dosen adalah mengembangkan bahan pengajaran sebagai hasil pengembangan inovatif materi substansi pengajaran dalam bentuk buku ajar, diktat, modul, petunjuk praktikum, model, alat bantu, audio visual, naskah tutorial, job sheet terkait dengan mata kuliah yang diampu.

a. Buku ajar adalah buku pegangan untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar di bidangnya dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebar luaskan.

b. Diktat adalah bahan ajar untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh dosen mata kuliah tersebut, mengikuti kaidah tulisan ilmiah dan disebar luaskan kepada peserta kuliah.

c. Modul adalah bagian dari bahan ajar untuk suatu mata kuliah yang ditulis oleh dosen matakuliah tersebut, mengikuti kaidah tulisan ilmiah dan disebarluaskan kepada peserta kuliah.

d. Petunjuk praktikum adalah pedoman pelaksanaan praktikum yang berisi tata cara, persiapan, pelaksanaan, analisis data pelaporan. Pedoman tersebut disusun dan ditulis oleh kelompok dosen yang menangani praktikum tersebut dan mengikuti kaidah tulisan ilmiah.

e. Model adalah alat peraga atau simulasi komputer yang digunakan untuk menjelaskan fenomena yang terkandung dalam penyajian suatu mata kuliah untuk meningkatkan pemahaman peserta kuliah.

f. Alat bantu adalah perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk membantu pelaksanaan perkuliahan dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta didik tentang suatu fenomena.

g. Audio visual adalah alat bantu perkuliahan yang menggunakan kombinasi antara gambar dan suara, digunakan dalam kuliah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang suatu fenomena.

h. Naskah tutorial adalah bahan rujukan untuk kegiatan rujukan tutorial suatu mata kuliah yang disusun dan ditulis oleh dosen mata kuliah atau oleh pelaksana kegiatan tutorial tersebut, dan mengikuti kaidah tulisan ilmiah.

 

SUMBER : PEDOMAN OPERASIONAL PENILAIAN ANGKA KREDIT KENAIKAN PANGKAT/JABATAN AKADEMIK DOSEN, DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2014

Bindalwas Kopertis VII di Universitas Hang Tuah

Program Bindalwas Kopertis Wilayah VII di Universitas Hang Tuah dilaksanakan pada 20-21 April 2017 yang dihadiri oleh tim Bindalwas dari kopertis VII dan Pimpinan UHT.

Tujuan kegiatan adalah :

  1. Meningkatkan mutu sesuai dengan standar pendidikan nasional agar perguruan tinggi dapat melaksanakan sistem pembelajaran sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah
  2. Taat azas dengan melaksanakan pembinaan
  3. Agar perguruan tinggi memiliki daya saing yang tinggi

Materi bindalwas adalah : Tata kelola PT, Akademik, Diktendik, Rasio dosen dan mahasiswa, kemahasiswaan.  Kegiatan dibuka oleh Rektor UHT dan pemaparan mengenai perkembangan Universitas Hang Tuah oleh Wakil Rektor I.


 

Ketentuan dalam Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

SUMBER : PEDOMAN OPERASIONAL PENILAIAN ANGKA KREDIT KENAIKAN PANGKAT/JABATAN AKADEMIK DOSEN, 2014

Setiap orang dapat diangkat secara langsung menduduki jenjang jabatan fungsional/akademik tertentu berdasarkan hasil penilaian terhadap kualifikasi akademik, kompetensi, dan pengalaman yang dimilikinya. Dengan demikian, kenaikan jabatan akademik merupakan hak setiap dosen yang telah menunjukkan kemampuan, prestasi, dan kinerja dalam melaksanakan tugas jabatan akademik yang disandangnya. Secara umum proses kenaikan jabatan akademik dosen mempertimbangkan angka kredit yang diperoleh, pemenuhan persyaratan publikasi karya ilmiah, integritas, etika, tata krama dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Kenaikan jabatan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu kenaikan jabatan akdemik secara reguler (normal) dan loncat jabatan. Dalam kondisi normal, proses kenaikan jabatan akademik dapat dilakukan setelah dosen menduduki jabatan akademik selama 2 (dua) tahun dan memenuhi persyaratan lainnya. Dosen dengan prestasi luar biasa yaitu dosen yang mampu mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal internasional bereputasi sekurang-kurangnya 4 (empat) sebagai penulis pertama untuk loncat jabatan dari Lektor ke Profesor dan sekurang-kurangnya 2 (dua) karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama untuk loncat jabatan dari Asisten Ahli ke Lektor Kepala.

Setiap usul kenaikan loncat jabatan yang tidak memenuhi persyaratan akan tetap diproses untuk kenaikan jabatan akademik satu tingkat lebih tinggi. Bagi dosen yang telah disetujui loncat jabatan dari Asisten Ahli ke Lektor Kepala, pangkatnya dapat dinaikkan secara bertahap sampai pangkat tertinggi satu tingkat jabatan di atasnya yaitu Penata Tingkat I, golongan ruang III/d tanpa tambahan AK. Untuk kenaikan pangkat berikutnya sampai pangkat tertinggi sesuai perolehan AK nya diperlukan AK sebesar 30 (tiga puluh) persen dari unsur utama sesuai dengan AK yang dibutuhkan. Setelah pangkat dosen yang bersangkutan mencapai pangkat Pembina, golongan ruang IV/a baru dapat diusulkan kenaikan jabatan akademiknya menjadi Profesor. Untuk semua jenis kenaikan jabatan akademik (reguler atau loncat jabatan) ke jenjang profesor seorang dosen harus mempunyai pengalaman kerja sebagai dosen tetap minimal 10 tahun.

Sesuai dengan ketentuan, kenaikan jabatan akademik dosen dari Lektor Kepala ke Profesor dilakukan paling kurang 3 (tiga) tahun setelah dosen memperoleh gelar Doktor. Bagi dosen yang mempunyai karya ilmiah sebagai penulis pertama yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi setelah memperoleh gelar Doktor dapat diusulkan kenaikan jabatan akademiknya kurang dari 3 (tiga) tahun. Karya ilmiah tersebut sebagai karya tambahan dari seluruh persyaratan yang telah ditentukan.